<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9969">
 <titleInfo>
  <title>Feminis Laki-laki:</title>
  <subTitle>Solusi atau Persoalan?</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Subono, Nur Iman (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Jurnal Perempuan (YJP)</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 132hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mungkinkah seorang laki-laki menjadi feminis? Jika bisa, apa alasan atau motivasinya? Selanjutnya, bagaimana caranya untuk menjadi seorang feminis laki-laki? Pertanyaan ini bisa diperpanjang lagi seperti siapa laki-laki yang menjadi feminis, dan dari kelas sosial yang mana mereka? Semua pertanyaan tersebut pada dasarnya merujuk kepada satu pertanyaan mandasar yakni, bagaimana kita mengartikan atau mendefinisikan feminis laki-laki? Ternyata jawabannya bisa bermacam-macam, ada yang mengatakan bahwa feminis laki-laki adalah mereka yang concern terhadap isu-isu kesetaraan, keadilan dan anti diskriminasi yang selama ini sangat merugikan perempuan. Ada juga yang menganggap bahwa feminis laki-laki adalah sikap dan tingkah laku sehari-hari yang menghargai dan menghormati perempuan. Apa pun jawabannya, satu hal yang pasti bahwa feminis laki-laki sebagai suatu wacana atau tindakan praksis sosial-politik kian tampil ke depan dalam gerakan feminisme secara umum. Sudah saatnya kolaborasi laki-laki dan perempuan dalam membangun agenda pemikiran dan aksi untuk menciptakan masyarakat yang bebas diskriminasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <classification>305.42</classification>
 <identifier type="isbn">9799568358</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.42 Sub f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10697</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>305.42 Sub f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Feminis_Laki-laki.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9969</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-06 11:15:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>