<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9965">
 <titleInfo>
  <title>Feminisme, Feminitas, dan Budaya Populer</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hollows, Joanne</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Jalasutra</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 295hlm; 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam kajian pengantar yang mudah dipahami ini, penulis mengidentifikasi beberapa pendekatan feminis kunci terhadap budaya populer dari tahun 1960-an sampai 1990-an. Penulis juga menunjukkan bagaimana hubungan antara feminisme, femininitas, dan budaya populer sering bermasalah satu sama lain. Buku ini memperkenalkan gagasan utama tentang feminisme gelombang-kedua dan feminis cultural studies lalu membeberkan bagaimana para feminis menginformasikan perdebatan di kalangan mereka tentang jangkauan bentuk-bentuk dan praktik populer pada beberapa kasus kajian: film perempuan, fiksi romantis, opera sabun, budaya konsumsi dan material, praktik fashion dan kecantikan; juga budaya anak muda dan musik pop. Sembari menampilkan hubungan-hubungan posisi feminis dalam pelbagai disiplin kajian yang berbeda, Joanne Hollows mengidentifikasi pelbagai metode dimana feminisme acapkali didasarkan pada penolakan budaya populer sekaligus femininitas. Buku ini meninjau jalan di mana kritik para feminis telah menggambarkan perbedaan kultural antara apa yang feminis dan yang tidak, sambil menunjukkan bagaimana identitas feminis seringkali diproduksi sebagai bentuk penolakan atas bentuk dan praktik feminin. Terakhir, buku ini menampilkan bagaimana implikasi posisi tersebut terhadap posisi politik budaya feminis. Penulis juga mengilustrasikan betapa penting memahami identitas feminin dan feminis sebagai salah satu situs perjuangan dalam konteks historis yang spesifik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <classification>305.42</classification>
 <identifier type="isbn">9786028252287</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.42 Hol f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15690</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>305.42 Hol f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Feminisme%252C_Feminitas.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9965</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 09:01:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>