<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9881">
 <titleInfo>
  <title>Fenomenologi:</title>
  <subTitle>Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitiannya (Metodologi Penelitian Komunikasi) Fenomena Pengemis Kota Bandung</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kuswarno, Engkus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Widya Padjadjaran</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 264hlm: 17,5x25cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini menelusuri fenomenologi dari aspek sejarah perkembangan, tokoh-tokoh yang mengembangkannya, penjelasan seputar ranah filsafat, teori, sampai dengan pedoman penelitiannya. Karena itu buku ini lebih tepat disebut metodologi penelitian komunikasi, ketimbang metode penelitian komunikasi. Namun demikian, seperti pada metode penelitian etnografi komunikasi yang terbit sebelumnya, buku ini juga melampirkan contoh lengkap laporan hasil penelitiannya. Secara harfiah, fenomenologi adalah studi yang mempelajari fenomena, seperti penampakan, segala hal yang muncul dalam pengalaman kita, cara kita mengalami sesuatu, dan makna yang kita miliki dalam pengalaman kita. Namun fokus perhatian fenomenologi lebih luas dari hanya fenomena, yakni pengalaman sadar dari sudut pandang orang pertama (yang mengalaminya secara langsung). Fenomenologi mencoba mencari pemahaman bagimana manusia mengkonstruksi makna dan konsep-konsep penting, dalam kerangka intersubjektivitas. Intersubjektif karena pemahaman kita mengenai dunia dibentuk oleh hubungan kita dengan orang lain. Walaupun makna yang kita ciptakan dapat ditelusuri dalam tindakan, karya, dan aktivitas yang kita lakukan, tetap saja terdapat peran orang lain di dalamnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>gelandangan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pengemis</topic>
 </subject>
 <classification>362.5</classification>
 <identifier type="isbn">9786028323277</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>362.5 Kus f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15167</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>362.5 Kus f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Fenomenologi-Konsepsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9881</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-19 08:41:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>