<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9806">
 <titleInfo>
  <title>Filsafat Anti-Korupsi:</title>
  <subTitle>Membedah Hasrat Kuasa, Pemburuan Kenikmatan, dan Sisi Hewani Manusia di Balik Korupsi</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wattimena, Reza A.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>208hlm: 12,5x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Pustaka Filsafat</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Orang harus korupsi kalau mau selamat. Orang-orang yang tidak korup justru menjadi korban dan dikucilkan. Korupsi menjadi sebentuk hegemoni yakni kekuasaan yang menindas namun dilihat sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja justru malah wajar dan bernilai baik. Orang menyuap karena tidak ada jalan lain untuk melakukan pekerjaan selain menyuap. Orang mencuri karena tidak ada jalan lain untuk hidup selain mencuri. Sementara tindak menyuap dan mencuri justru malah mengembangkan kultur korupsi yang telah ada sebelumnya. Inilah lingkaran setan korupsi. Pola semacam inilah yang harus kita perangi bersama. Di sisi lain pelaku korupsi adalah manusia dengan segala kerumitan dan dinamika jiwanya yang amat unik dan kita perlu untuk memahami kerumitan dinamika jiwa manusia tersebut. Sejauh saya pahami ini adalah buku pertama yang tidak secara teknis mendekati korupsi dari aspek hukum, politik ataupun ekonomi melainkan dari sisi-sisi terdalam manusia yang melakukannya. Inilah yang menurut saya menjadi nilai unik sekaligus kelebihan dari buku ini. Buku ini ditujukan untuk para praktisi hukum, politisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan orang-orang yang peduli pada upaya bangsa untuk menghancurkan korupsi di berbagai bidang. Selamat membaca dan selamat tercerahkan.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Filsafat politik</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>korupsi</topic>
</subject>
<classification>320.01</classification>
<identifier type="isbn">9789792133622</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>320.01 Wat f</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">17184</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>320.01 Wat f</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Filsafat_Anti-Korupsi.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>9806</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-18 11:41:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>