<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9756">
 <titleInfo>
  <title>Filsafat Hukum:</title>
  <subTitle>Problematik Ketertiban yang Adil</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kusumohamidjojo, Budiono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Grasindo</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xix + 328hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Supremasi hukum di negara kita baru sebatas retorika, artinya masih jauh dari kata kenyataan. Berbagai penyelewengan dalam penyelenggaraan hukum seperti mafia peradilan proses pengadilan yang diskriminatif jual beli keputusan hakim atau kolusi polisi hakim pengacara dalam perekayasaan proses peradilan hanyalah sejumlah fenomena permukaan yang memperlihatkan bahwa Indonesia masih jauh dari paradigma suatu negara hukum (rechsstaat). Indonesia dihadapkan kepada tantangan untuk mengembalikan hukum sebagai norma tertinggi baik bagi warga negara maupun negara. Tantangan itu bisa dijawab jika kita menjawab pertanyaan seperti: Apa faktor yang menyebabkan orang mudah mengabaikan hukum? Mengapa terjadi diskriminasi penerapan hukum? Mengapa aparat penegak hukum menerapkan pendekatan keamanan yang kuasi ketertiban dan justru bukannya menerapkan pendekatan hukum? Atau akhirnya: Mengapa kita mutlak harus menegakkan hukum? Buku ini merupakan suatu upaya secara sistematis menguraikan problematika hukum dan mencari jawaban yang substansial bagi aneka persoalan dan kerancuan hukum yang hadir dalam masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat hukum</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>hukum, filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>340.1</classification>
 <identifier type="isbn">9797323269</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>340.1 Kus f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12069</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>340.1 Kus f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Filsafat_Hukum_Problematik.JPG.JPG</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9756</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-20 12:10:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>