<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9540">
 <titleInfo>
  <title>The Lost Art of Listening:</title>
  <subTitle>Bagaimana Seni Mendengarkan Bisa Memperbaiki &amp; Meningkatkan Hubungan Anda</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Huber, Th. (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nichols, Michael P.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 345hlm: 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian satu menjelaskan tentang pentingnya mendengarkan dalam hidup kita dan bagaimana kurangnya perhatian yang penuh simpati lebih sering mengakibatkan hilangnya semangat dan optimisme. Pada bagian dua akan menguraikan mengapa asumsi tersembunyi, kebutuhan manusia yang tidak disadari dan pembelaan diri yang emosional merupakan penyebab orang tidak mendengarkan serta bagaimana orang yang mengutarakan perasaan, bukan mengekspresikannya, mungkin tidak didengarkan, kendati mereka mempunyai sesuatu yang penting untuk diutarakan. Bagian ketiga menjelaskan bagaimana orang bisa memahami dan mengendalikan reaksi emotif agar mampu mendengarkan dengan baik. Kemudian pada bagian empat, pembaca akan diajak untuk melihat bagaimana mendengarkan menjadi sulit dalam hubungan tertentu, termasuk relasi dengan orang paling dekat, dalam keluarga, antar teman dan di tempat kerja. Dengan adanya buku ini, penulis ingin membantu para pembaca untuk maju selangkah kea rah memperlihatkan kepedulian yang dirasakan satu sama lain.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hubungan antar manusia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>psikologi terapan</topic>
 </subject>
 <classification>158.2</classification>
 <identifier type="isbn">9796058359</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>158.2 Nic l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9094</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>158.2 Nic l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>The_Lost_Art_of_Listening.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9540</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-12 12:33:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>