<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9172">
 <titleInfo>
  <title>Segi Tak Terungkap Ilmu Pengetahuan [Judul asli:</title>
  <subTitle>The Tacit Dimension]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Polanyi, Michael</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dua, Michael (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>1996</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xix + 90hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Atma Jaya; 19</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Ada pelbagai cara pandang mengenai objektivitas. Jika Aristoteles memandang objektivitas sebagai hasil dari intuisi metafisis, dan Fr. Bacon memandangnya sebagai hasil dari observasi empiris, Michael Polanyi bersama dengan tokoh-tokoh filsafat ilmu pengetahuan dewasa ini melihat objektivitas sebagai hasil dari pemenuhan subjektivitas. Objektivitas adalah hasil dari komitmen personal atas visi terhadap realitas. Dalam pandangan ini, hubungan dengan realitas menjadi kunci bagi gagasan objektivitas. Mengenal pada intinya adalah menjadi objektif. Buku Segi Tak Terungkap Ilmu Pengetahuan mengungkapkan pandangan Polanyi tentang segi-segi tak terungkap dari pengetahuan manusia sebagai pemenuhan subjektivitasnya. Pengetahuan manusia bersifat tak terungkap karena pengetahuan berakar pada faktor ketubuhan manusia (Bab Pertama), faktor evolutif-kosmik (Bab Kedua), dan faktor sosial (Bab Ketiga). Dimensi-dimensi tak terungkap ini menunjukkan bahwa pengetahuan manusia rentan terhadap kesalahan. Tetapi karena pengetahuan manusia merupakan pilihan personal yang bertanggung jawab, maka pengakuan terhadap dimensi-dimensi terungkap menjadi suatu realisme baru yang mengakui bahwa pengetahuan kita tidak bersifat universal, tetapi hanya memiliki maksud-maksud universal, hidup moral kita tidak pernah sempurna tanpa cacat tetapi terbuka pada kesalahan moral, dan hidup religius kita tak akan pernah menjanjikan dunia penuh makna kecuali dengan membebaskan diri dari tekanan visi-visi yang absurd.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>filsafat ilmu pengetahuan</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>pengetahuan, teori</topic>
</subject>
<classification>121</classification>
<identifier type="isbn">979605423X</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>121 Pol s</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">8267</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>121 Pol s</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Segi_Tak_Terungkap_Ilmu_Pengetahuan.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>9172</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-25 08:49:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>