<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9149">
 <titleInfo>
  <title>Sebuah Nama Baru untuk Perdamaian:</title>
  <subTitle>Environmentalisme Internasional, Pembangunan Berkelanjutan, dan Demokrasi [Judul asli: A New Name for Peace]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Soemitro, P. (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shabecoff, Philip</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Obor Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2000</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxii + 499hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ada sebuah 'dogma' yang sudah teramat kuat dianut mulai sejak Abad Pertengahan, terlebih di Abad Pencerahan hingga Abad ke-20 ini, bahwa Bumi dan kekayaan alam yang dikandungnya harus dikuasai, ditaklukkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan umat manusia. Buku ini secara sistematis dengan bukti-bukti histories menyingkapkan timbulnya secara perlahan sejak abad ke-19, sebuah 'paradigma baru', bahwa 'Manusia, bila ingin hidup terus di bumi yang kian kecil ini mutlak harus rela menjadi warga biasa bumi, yang hak dan kewajibannya setara dengan makhluk-makhluk hidup dan tak hidup lainnya, karena umat manusia adalah bagian dari alam demi suatu pembangunan ekonomi yang berwawasan ekologi!' Konsekuensinya sangat radikal dan jauh: bahwa kita harus meninjau ulang gaya hidup kita, pola produksi dan konsumsi kita, pola hubungan Utara Selatan, hingga ke soal-soal politik sekitar nasionalisme-kebangsaan dan kedaulatan negara. Paradigma baru ini kian berkibar meski dengan jatuh bangun, dan berpuncak pada 'kesepakatan internasional' yang dicapai di dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro Brasil, Juni 1992. Sejauh mana manusia seluruh dunia mau dan mampu mengubah gaya hidupnya seturut hasil-hasil KTT Bumi itulah tantangan kita di milenium ketiga!</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>lingkungan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekologi</topic>
 </subject>
 <classification>333.7</classification>
 <identifier type="isbn">9794613266</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Sha s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10412</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Sha s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Sebuah_Nama_Baru_utk_Perdamaian.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9149</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 12:12:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>