<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9136">
 <titleInfo>
  <title>Seandainya Saya Wartawan Tempo</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bujono, Bambang (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hadad, Toriq (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Alumni Tempo dan ISAI</publisher>
   <dateIssued>1996</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>140hlm: 14,5x20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>PELUKIS S. Soedjojono suatu hari ditanya tentang teori yang dipakainya dalam melukis. Ia menjawab dengan suaranya yang agak parau: Apa saudara tahu ada teorinya orang naik sepeda? Buku ini bukan tentang teori penulis. Semua orang sudah bisa menulis (seperti halnya semua orang bisa naik sepeda). Tapi pengalaman kerja di TEMPO membuahkan satu hal penting: kemampuan menulis harus terus digosok rapi. Menulis prosa yang baik ternyata tidak mudah. Para penulis yang paling berpengalaman pun selalu perlu diingatkan lagi kekurangan-kekurangannya. Apalagi para reporter baru yang  bergabung kemudian di TEMPO yang tak sedikit yang belum pernah besentuhan dengan teori dasar jurnalistik. Menulis dengan baik memerlukan perbaikan terus-menerus. Agar tulisan tidak ruwet atau melelahkan pembacanya. Ternyata itu pun tidak cukup. Tuntutan perbaikan makin terasa baik karena kehendak pembaca maupun karena ketidakpuasan diri sendiri. Untuk maksud perbaikan itulah buku ini hadir setelah sebelumnya hanya beredar terbatas di ruang-ruang kerja wartawan Majalah TEMPO. Bagi awak TEMPO dan semoga juga Anda buku ini merupakan buku 'terbaik' untuk 'menyegarkan kembali' gaya penulisan yang enak dibaca dan perlu. Cara penyajiannya dibuat sedemikian rupa dengan harapan agar yang sudah 'kawakan' tidak merasa bosan dan digurui sementara yang 'baru' cukup bisa cepat menangkap.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>jurnalisme</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penulisan berita</topic>
 </subject>
 <classification>070</classification>
 <identifier type="isbn">9798933079</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>070 Buj s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8639</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>070 Buj s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Seandainya_Saya_Wartawan_Tempo.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9136</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-23 10:15:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>