<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9117">
 <titleInfo>
  <title>Gagalnya Pendidikan Karakter:</title>
  <subTitle>Analisis dan Solusi Pengendalian Karakter Emas Anak Didik</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rose KR. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilahi, Mohammad Takdir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Ar-Ruzz Media</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>240hlm; 14,5x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pernyataan tentang nihilnya agama dari pola pikir dan jiwa anak didik saat ini sesungguhnya tidak sepenuhnya bisa dikatakan benar bagi negara kita yang secara ideologi dinyatakan bukan sebagai negara agama. Secara ideologi dan political will, agama tetap diperhatikan negara. Namun, gejala kedangkalan penghayatan nilai keagamaan anak didik begitu tampak dalam praktik di lapangan. Hal ini disebabkan pengajaran pendidikan di Indonesia cenderung memakai metode Barat yang positivistik, yang lebih menekankan sesuatu yang terukur dari segi kuantitatif. Keadaan ini menuntut para guru dan siswa berpacu mencapai standar isi, dengan angka-angka yang harus dijangkau sehingga mencapai standar kelulusan. Di tengah menipisnya harapan dan optimisme masyarakat terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah yang dianggap belum mampu memberikan pengaruh signifikan dalam membentuk mentalitas anak didik, buku ini mengajak para pemerhati pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas untuk memeriksa kembali kurikulum pendidikan karakter dan praktik pelaksanaannya. Apa saja yang kurang? Mengapa mengalami banyak hambatan? Apa saja masalah yang dihadapi? Bagaimana solusinya? Semua pertanyaan tersebut dijawab secara tuntas oleh penulis buku ini dengan bernas dan apik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan</topic>
 </subject>
 <classification>370.1</classification>
 <identifier type="isbn">9786027874763</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>370.1 Ila g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18311</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>370.1 Ila g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Gagalnya_Pendidikan_Karakter.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9117</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-25 08:49:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>