<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9077">
 <titleInfo>
  <title>Gagasan tentang Wanita dalam Novel Layar Terkembang dan Pada Sebuah Kapal</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rustapa, Anita K.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Balai Pustaka</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 102hlm; 15 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam buku Gagasan tentang Wanita dalam Novel Layar Terkembang dan Pada Sebuah Kapal ini penulis meneliti gagasan tentang wanita karena di dalam kedua novel tersebut yang paling menonjol adalah masalah dan perjuangan wanita. Novel Layar Terkembang, menampilkan tokoh Tuti yang berjuang bukan untuk dirinya pribadi, melainkan untuk kaumnya. Sedangkan perjuangan tokoh Sri dalam novel Pada Sebuah Kapal, adalah perjuangan untuk kebahagiaan dirinya sendiri atau kebebasan pribadi. Perjuangan Tuti bersifat idealistis sedangkan perjuangan Sri bersifat individualistis. Akan tetapi, pada dasarnya isi kedua novel itu sama, yaitu kritik terhadap tradisi perlakuan laki-laki (suami) terhadap perempuan atau istrinya. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai referensi, tetapi sangat bagus pula bila dibaca oleh masyarakat umum. Dengan demikian, kita dapat memetik saripati dan simpulan bahwa setinggi apa pun kedudukan wanita, ia tidak dapat terlepas dari kodratnya sebagai wanita. Di samping itu, ada pelajaran tentang bagaimana sebaiknya seorang laki-laki memperlakukan wanita.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kesusastraan Indonesia-kritik</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9796660121</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Rus g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9419</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Rus g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Gagasan_tentang_Wanita.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9077</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-06 10:00:13</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>