<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8997">
 <titleInfo>
  <title>Geertz dan Para Koleganya [Judul asli:</title>
  <subTitle>Clifford Geertz by His Colleageus]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shweder, Richard A. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Good, Byron (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tim Lembaga Studi Realino (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>180hlm: 15,5x22,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Geertz telah berjasa besar menyediakan data dan analisa penelitian, serta memperkenalkan kajian Indonesia kepada dunia ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu sosial khususnya. Shweder, seorang dari Kolega Geertz, dan editor buku ini, lebih dari satu dasa warsa yang lalu pernah menulis bahwa jasa besar antropologi simbolik, yaitu mengubah paham yang semula menganggap bahwa gagasan, kata-kata, dan kenyataan adalah tiga hal yang saling berbeda. Selain itu, antropologi simbolik juga memperkenalkan bahwa aksi berpikir terjadi tidak sekadar di dalam benak kepala kita. Bagaimana mengatakan sesuatu adalah lebih penting daripada mengatakan sekedar apanya. Hal seperti ini juga berarti, misalnya, bahwa seseorang (hanya) dapat tahu apa yang dia pikirkan, jika saja dia sudah mendengar bagaimana yang bersangkutan mengatakan hal termaksud. Cara kerja Geertz yang mengutamakan penafsiran rangkaian simbol yang di/ter-pola-kan dalam apa yang dia hakekatkan sebagai kebudayaan (upacara, kesenian, iman keagamaan, kelembagaan, dan hal-hal lain sejenisnya) telah dikritisi oleh sebagian antropolog, termasuk beberapa ahli kajian Indonesia khususnya mereka yang berbasis cara kerja dekonstruktif. Mereka memahami cara kerja Geertzian semakin sulit untuk mengungkap jejak-langkah pengalaman dan peristiwa masyarakat kebanyakan; yang selama ini rapuh tersandera oleh kesewenang-wenangan masyarakat dari kelas elit yang (sedang) berkuasa.</note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Antropologi</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9789792139495</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Shw g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19388</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>306 Shw g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Geertz_dan_Para_Koleganya.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8997</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>