<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8784">
 <titleInfo>
  <title>Gerakan 30 September 1965 :</title>
  <subTitle>Kesaksian Letkol (Pnb) Heru Atmodjo</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sembiring, Garda (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>People's Empowerment Consortium (PEC)</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxxviii + 292hlm: 14x20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di sinilah barangkali akan diperoleh perbedaan yang mendasar. Mengingat masa lalu, dalam hal ini mengingat (membuka lembaran lama) peristiwa kekejaman suatu rezim sama artinya dengan suara tuntutan keadilan. Inilah titik paling dasar, yakni masalah keadilan. Pengungkapan apa yang sudah terjadi menjadi penting, terutama untuk menapak pada masa depan. Pengungkapan masa lalu, dan penyelesaian masalah lalu, dalam arti memberikan keadilan pada yang berhak, akan menjadi pijakan penting bagi rekonsiliasi nasional. Suatu rekonsiliasi tanpa adanya ppengakuan dan pemberian keadilan bagi yang menjadi korban tentu saja tidak bermakna dan malah dapat dipandang sebagai bentuk manipulasi. Bagaimana bentuk penyelesaian masa lalu tersebut? Tentu saja hal ini akan sangat bergantung pada tingkat kedalaman penderitaan dari para korban. Oleh sebab itulah kesaksian-kesaksian menjadi punya posisi strategis bagi bangunan bangsa ini di masa depan. Buku ini pada dasarnya adalah bagian dari upaya membawa atau menghadirkan kembali masa lalu versi para korban. Selama lebih dari tiga dasa warsa masa lalu dihadirkan oleh sang pemenang dan yang berkuasa. Suara korban mengenai apa yang dialami akan menjadi bagian penting suatu proses demokratisasi sejarah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Gerakan Tiga Puluh September</topic>
 </subject>
 <classification>322.42</classification>
 <identifier type="isbn">9799781671</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>322.42 Sem g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12183</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>322.42 Sem g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>gerakan_30_september.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8784</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>