<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8707">
 <titleInfo>
  <title>Gereja di Tengah-Tengah Perubahan Dunia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Halim, Makmur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Gandum Mas</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>372hlm: 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan merupakan istilah yang paling populer pada zaman ini, karena tidak ada tempat bagi dunia sekitar yang tidak mau mengalami perubahan tersebut. Khususnya di Barat, para ahli pertumbuhan gereja, pemimpin-pemimpin rohani, dan misiolog-misiolog mengamati konteks perubahan dunia ini sebagai bahan untuk mempersiapkan pelayanan yang lebih baik lagi. Gereja memang harus selalu mengikuti perkembangan zaman dan sekaligus mengamati pengaruh-pengaruhnya terhadap pelayanannya. Di Indonesia khususnya, perubahan-perubahan radikal terjadi dan juga membawa dampak yang besar bagi pertumbuhannya. Oleh sebab itu gereja-gereja memang perlu selalu mengantisipasi setiap perubahan ini agar dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Buku ini ditulis dengan menyoroti perubahan-perubahan radikal yang terjadi di tanah air yang menantang gereja untuk mampu menampilkan dirinya secara kontekstual. Walaupun perubahan dapat terjadi setiap saat, tetapi gereja sebagai wadah rohani tetap tidak berubah, ia adalah organisme yang hidup yang terdiri di atas batu karang yang teguh, yaitu Kristus, yang kepada-Nya dunia harus mencari solusi untuk persoalan-persoalan yang dihadapi karena perubahan-perubahan tersebut. Gereja memang harus membawa misi penyelamatan di tengah-tengah perubahan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>gereja dan masalah sosial</topic>
 </subject>
 <classification>261.1</classification>
 <identifier type="isbn">9786029973662</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.1 Hal g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19325</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.1 Hal g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Gereja_di_tengah2_perubahan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8707</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>