<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8617">
 <titleInfo>
  <title>Roma Lautan Api (Buku 2):</title>
  <subTitle>Api Penyucian Roma [Judul Asli: The Flames of Rome 2]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maier, Paul L.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>268hlm; 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setelah Claudius Caesar wafat, takhta Caesar jatuh ke tangan Nero. Di bawah kepemimpinan Nero yang bengir dan biadab, moral dan masa depan Roma justru menjadi semakin suram dan kelam. Dalam kasus pembunuhan seorang prefek, sebanyak 400 orang budak yang tak berdosa dihukum mati tanpa pandang bulu. Seolah bermaksud memberikan peringatan pada Roma, angin panas sirocco terus-menerus bertiup di Roma, sehingga menyebabkan kebakaran terbesar dalam sejarah Roma. Diperparah dengan rumor bahwa kebakaran tersebut adalah perbuatan Nero, yang menari-nari di atas penderitaan mereka, rakyat yang menderita kini mulai bersuara keras. Mereka menuntut pertanggungjawaban Nero. Demi menyelamatkan nama baiknya, muncullah satu ide yang sangat kejam: menumbalkan umat kristen sebagai kambing hitam! Tak pelak lagi, umat Kristen yang dikambinghitamkan sebagai pembakar Roma akhirnya diburu dan dihukum mati dengan keji satu per satu dengan cara: diadu dengan singa-singa ganas sebagai sebuah tontonan bagi seluruh masyarakat Roma! Menyadari Roma berada di ambang kehancuran, Si Kembar Flavius Sabinus dan Quintus Lateranus didukung oleh pihak-pihak yang ingin mengembalikan pemerintahan Roma ke jalan yang benar dan jaya sadar bahwa mereka harus bertindak sesegera mungkin: Bunuh Nero! Sekarang atau tidak sama sekali! Lalu bagaimana nasib umat Kristen yang teraniaya itu? Ikuti kisahnya yang mencekam dalam buku yang menarik ini!</note>
 <subject authority="">
  <topic>fiksi Italia</topic>
 </subject>
 <classification>854</classification>
 <identifier type="isbn">9789792614480</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>854 Mai r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15978</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>854 Mai r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>the_flame_of_rome2.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8617</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>