<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8490">
 <titleInfo>
  <title>Revolusi Kaum Napi:</title>
  <subTitle>Catatan Kesaksian Anton Medan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yamin, Kafil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Matahari Media Komunika</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi + 219hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Premanisme dalam suatu masyarakat mencerminkan kekurang-berdayaan dan kekurang-budayaan masyarakat dan pemimpinnya. Masyarakat yang kurang berdaya dan berbudaya menyukai kekerasan. Menyelesaikan suatu masalah tertentu lebih enteng pakai penekanan, teror, dan bentuk-bentuk kekerasan lain. Partai politik punya preman, pejabat punya preman, tentara dan polisi memelihara preman, demikian pula pengusaha, bandar judi dan germo. Walhasil, semua pihak membutuhkan preman, yakni sekelompok orang yang menjual jasa kekerasan.rnJadilah Indonesia negeri preman, istilah jadian dari free men yang secara harfiah berarti orang-orang bebas. Kenapa kekerasan dan penekanan tidak diberdayakan untuk menegakkan hukum dan undang-undang? Pada saat seseorang atau sekelompok orang lebih taat kepada hukum kalau ada ancaman kekerasan? Bahkan para penjual 'jasa kekerasan' itu ternyata bisa menghasilkan kemaslahatan besar jika ditempatkan secara proporsional dan diberi kesempatan mengembangkan diri. At-Taibin pimpinan Anton Medan telah membuktikan itu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>narapidana</topic>
 </subject>
 <classification>365</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>365 Yam r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11813</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>365 Yam r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Revolusi_Kaum_Napi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8490</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-15 08:50:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>