<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8384">
 <titleInfo>
  <title>Gunung Jiwa [Judul asli:</title>
  <subTitle>La Montagne de I'Ame]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Xingjian, Gao</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maizier, Pipit (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Jalasutra</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>716hlm; 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konon, ada empat jalan menuju kesejatian; agama, filsafat, sains dan sastra. Para pencari kesejatian sejak berabad-abad silam memilih jalan setapak mereka masing-masing. Ada yang berhasil menemukan kebenaran tapi banyak pula yang tak kunjung memperoleh apa yang mereka cari. Dalam Gunung Jiwa sebuah novel autobiografi karya Gao Xingjian, pengarang asal Cina yang kini hidup di pengasingan yang sedang Anda baca ini, kita bisa menapaki jejak-jejak keempat jalan setapak itu. Gunung Jiwa adalah sebuah novel yang religius, filosofis, ilmiah dan sekaligus indah. Melalui novel yang tak biasa ini, Gao mengajak kita melakukan ziarah panjang lewat segala yang bisa dirasa, dikecap dan dilihat manusia. Dari yang dianggap paling sakral (kuil dan biara) hingga yang paling profan (arak dan lekuk liku tubuh perempuan). Dari yang paling ilmiah (segala taksonomi tetumbuhan hutan perawan) hingga yang paling takhayul (segala mitos tentang hantu dan siluman). Novel ini menawarkan sesuatu yang tidak biasa dengan cara yang juga tak biasa. Gunung jiwa membawa kita berimajinasi, sekaligus mengajak kita melakukan perjalanan menukik jauh ke dalam diri. Ia menggelitik kita dengan segala tanya tentang kesejatian hidup manusia, tanpa mencoba memaksakan suatu nilai kebenaran tertentu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>novel</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>fiksi Cina</topic>
 </subject>
 <classification>895.1</classification>
 <identifier type="isbn">97996337177</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>895.1 Xin g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11230</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>895.1 Xin g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Gunung_Jiwa.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8384</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-28 10:21:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>