<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8299">
 <titleInfo>
  <title>Hak-Hak Asasi Manusia:</title>
  <subTitle>Polemik dengan Agama dan Kebudayaan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardiman, F. Budi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>159hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Atas nama hak-hak asasi manusia, negara-negara Barat sering menekan negara-negara Asia dan bahkan menyerang negara-negara Islam, juga dengan alasan perang melawan terorisme. Seberapa universalkah hak-hak asasi manusia yang telah dideklarasikan pada 10 Desember 1948 oleh PBB itu? Bukankah hak-hak asasi manusia berasal dari konteks individualisme masyarakat liberal Barat, dan hal itu tidak sesuai dengan kebudayaan-kebudayaan lain? Bagaimana respons dunia Islam dan para elit politis di Asia terhadapnya? Buku ini mengulas lima tema polemik termasyhur yang mempersoalkan kesahan universal hak-hak itu, yaitu polemik antara hak-hak asasi universal dan republikanisme, antara hak-hak asasi versi Barat dan versi Islam, antara hak-hak individual dalam liberalisme dan hak-hak kolektif dalam multikulturalisme, antara hak-hak asasi manusia dan nilai-nilai Asia dan antara hak-hak asasi manusia dan kewajiban-kewajiban asasi manusia. Penulis menyingkap kepentingan-kepentingan politis di balik retorika keunggulan agama dan kebudayaan sendiri dan mengkritik instrumentalisasi hak-hak asasi manusia dalam politik internasional. Ia membela pendirian bahwa hak-hak asasi manusia dimaklumkan untuk melindungi manusia dari pengalaman-pengalaman negatif dalam modernitas, yakni akibat kesewenangan kekuasaan, ekspansi pasar kapitalis, tekanan kelompok ataupun dominasi teknologi. Tuntutan itu tidak boleh direlatifkan, meski dengan dalih-dalih kekhasan agama ataupun kebudayaan sekalipun. Sebuah buku yang wajib dibaca oleh dosen, peneliti, mahasiswa, aktivis, politikus atau pembaca umum yang meminati filsafat politik, etika politik, ilmu hukum, hak-hak asasi manusia, hubungan internasional, dan studi interkultural.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hak asasi manusia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat politik</topic>
 </subject>
 <classification>323.4</classification>
 <identifier type="isbn">9789792130836</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>323.4 Har h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16530</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>323.4 Har h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>HAM_Polemik_dengan_Agama.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8299</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-23 11:30:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>