<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8218">
 <titleInfo>
  <title>Relasi Suami Istri dalam Perkawinan Ditinjau dari Teologi Tubuh karya Yohanes Paulus II</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Gregorius Pasi, Lic.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alfonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hartono, Antonius Masri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 81hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persatuan suami istri dalam perkawinan dibentuk oleh Allah menjadi sakramen yang indah, di mana keduanya memberikan diri seutuhnya satu sama lain, dan keduanya menjadi satu tubuh. Relasi keduanya diikat dalam perjanjian nikah untuk membangun peradaban umat manusia. Mereka itu mengekspresikan cinta Kristus yang bebas, total, setia, dan berbuah. Tetapi, pada kenyataannya, rencana asal Allah bagi kehidupan perkawinan itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mengapa demikian? Karena perkembangan peradaban modern telah menurunkan nilai-nilai luhur kehidupan perkawinan kristiani. Yohanes Paulus II memberikan suatu pendekatan baru melalui ajaran Teologi Tubuh tentang makna relasi suami istri dalam perkawinan. Ia membahas tema sentral tentang perkawinan dengan bersumber pada surat St. Paulus kepada jemaat di Efesus 5:22-33. Dari teks ini, perkawinan menurut Yohanes Paulus II adalah relasi suami istri yang sungguh-sungguh dipahami dalam terang relasi Kristus dengan Gereja-Nya; dan arti perkawinan dapat dipahami dengan sungguh-sungguh melalui tubuh manusia. Tubuh manusia sebagai gambar dan rupa Allah, lelaki dan perempuan. Tubuh manusia sebagai pintu masuk bagi pasangan suami istri yang ingin mencapai hidup perkawinan dan keluarga yang bahagia dan sejahtera, sesuai dengan kehendak Tuhan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2014</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>perkawinan Kristen</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 HAR r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.000022</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 HAR r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8218</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>