<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8025">
 <titleInfo>
  <title>Hidup Menggereja Secara Baru di Asia (Vol.I):</title>
  <subTitle>Baris Depan Karya Misi</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kirchberger, Georg (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Prior, John Mansford (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Ende, Flores</placeTerm>
   <publisher>Nusa Indah</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>252hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Verbum</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Buku ini bersama jilid II-nya menyajikan hasil-hasil musyawarah akbar yang diselenggarakan oleh Federasi Konferensi Para Uskup Se-Asia (FABC), pada tanggal 3-12 Januari 2000, di Bangkok, Thailand. Hadir dalam musyawarah ini 90 uskup, 50 pastor dan bruder, 20 suster, dan 35 awam. Adapun tema sentralnya adalah Sebuah Gereja yang Dibarui di Asia: Misi Cinta Kasih dan Pelayanan. Dari pertemuan ini disadari bahwa Gereja perlu diperbarui dari berbagai segi: dari minoritas yang pada umumnya pasif, cemas dan takut menjadi Gereja yang injili, percaya diri dan aktif; dari universalisme yang abstrak menjagi Gereja pribumi yang inkulturatif; dari lembaga-lembaga sosial yang besar dan berkuasa penuh menjadi sebuah pembatinan yang mendalam dijiwai doa dan kesaksian sejati; dari individualisme menjadi jemaat-jemaat iman yang partisipatif dan terbuka; dari klerikalisme menjadi wadah pemberdayaan kaum awam dari relasi yang enak, nyaman dan tidak kritis dengan kaum kaya dan berkuasa menjadi Gereja kaum miskin dan kaum muda; dari penerimaan secara pasif atas budaya kematian akibat militerisasi dan brutalisme kaum penguasa menjadi Gereja yang damai, lembut dan menghidupkan; dari Gereja yang sibuk dengan diri sendiri menjadi Gereja yang berdialog dengan orang miskin dengan budaya dan agama lain.</note>
<subject authority="">
 <topic>Gereja</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>eklesiologi</topic>
</subject>
<classification>262</classification>
<identifier type="isbn">9794291757</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>262 Kir h</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">10788</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>262 Kir h</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Hidup_Menggereja_Secara_Baru_1.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>8025</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>