<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7972">
 <titleInfo>
  <title>Rakyat, Pendidikan, dan Ekonomi:</title>
  <subTitle>Menuju Pendidikan Ekonomi Kerakyatan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Budisusila, Antonius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Universitas Sanata Dharma</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxv + 239hlm: 14,5x20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan kapasitas rakyat harus dipahami sebagai peningkatan daya nalar-kritis, daya gerak dan tindak yang merupakan bagian dari tujuan garis massa itu sendiri. Ini telah memunculkan pemikiran tentang pentingnya interelasi antara kaum intelektual terpelajar dan kaum miskin, sehingga pemberdayaan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Ini betul-betul memerlukan dukungan dan bimbingan dari suatu lembaga pendidikan yang lebih tinggi untuk pendidikan orang dewasa dan penggerak masyarakat yang bekerja di lapangan sosio-edukatif dan sosio-ekonomis. Pendidikan ilmu ekonomi perlu mengenali ciri-ciri utama dalam perekonomian negara, bahkan institusi pendidikan sejatinya perlu meredefinisi ilmu ekonomi arus kuat sebagai cara memperkuat rakyat. Sayangnya, institusi pendidikan pun terus-menerus turut menyebarkan paham yang mendukung perubahan iklim kondusif bagi kepentingan kaum neoliberal. Industrialisasi sektor pendidikan di Indonesia berpeluang melahirkan dampak positif. Akan tetapi, kemungkinan dampak negatif juga timbul. Pemerintah  harus berperan, tidak dengan upaya menjadi otoritas tunggal penentu kualitas, tetapi menjadi 'wasit' yang menegakkan aturan main. Jika tidak, pendidikan kian jauh dari realitas sehari-hari rakyat. Pendidikan ekonomi kerakyataan tidak bisa ditawar lagi. Ini  mengisi ruang pemahaman generasi muda kita mengenai pentingnya menjawab masalah-masalah riil yang dihadapi, harga diri, dan masa depan bangsa ini. Kita perlu belajar dari berbagai bidang karya yang ditekuni Rm. Gieles.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ekonomi, keadaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Ekonomi pertanian</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekonomi pedesaan</topic>
 </subject>
 <classification>330.91</classification>
 <identifier type="isbn">9789791088329</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>330.91 Bud r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15157</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>330.91 Bud r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Rakyat%252C_Pendidikan%252C_dan_Ekonomi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7972</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-09 12:22:40</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>