<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="783">
 <titleInfo>
  <title>Dua Dialog Sokrates [Judul asli:</title>
  <subTitle>Great Dialogues of Plato]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Plato</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Sinar Baru</publisher>
   <dateIssued>1983</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>79hlm: 13x19,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di tengah-tengah kesibukan pembangunan sekarang kita membutuhkan para pengabdi yang sejati. Jika korupsi, misalnya, terjadi dalam mobilitas penyampaian kebijaksanaan pemerintah, tak lain sebetulnya terletak pada mengikisnya pengabdian itu. Orang mengutamakan kepentingan pribadi, dan rela mengorbankan kepentingan umum atau bahkan merampok milik umum. Dua naskah rekaman dialog Sokrates ini, yang direkam oleh muridnya Plato, tak lain menggambarkan betapa pribadi Sokrates itu begitu kuatnya. Tidak hanya terbatas pada pengabdian Hukum negara kota Athena, tetapi juga kesadarannya bahwa negara itu adalah segala-galanya karena terciptanya dari hasil suatu perjanjian bersama oleh khalayak ramai. Maka, melanggar Hukum, sama dengan melawan negara dan khalayak ramai; bahkan mencoba menentang kodrat yang telah ada dalam kehidupan manusia. Juga, dalam sisi lain, Sokrates memperdebatkan kesenian dan ilmu pengetahuan. Pembangunan melahirkan pembaharuan ditunjang oleh penemuan-penemuan baru pemikiran kesenian dan ilmu pengetahuan. Tapi, sejauh manakah kesemua itu mengangkat harkat kemanusiaan dari manusia itu sendiri? Atau bahkan ke arah manakah dituju pembangunan yang membawa perubahan itu dalam perkembangan kemanusiaan? Pertanyaan-pertanyaan ini secara tersirat dan tersurat diperdebatkan Sokrates dalam dialog-dialognya. Karena itu buku ini wajib dibaca oleh para mahasiswa dari fakultas hukum, sosial-politik, ekonomi, antropologi, filsafat, ilmu-ilmu eksata dan bahkan masyarakat luas pada umumnya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat Yunani</topic>
 </subject>
 <classification>182</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>182 Pla d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">1694</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>182 Pla d</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">1691</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>182 Pla d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Dua_Dialog_Sokrates.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>783</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>