<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7726">
 <titleInfo>
  <title>Hukum dan Moralitas:</title>
  <subTitle>Tinjauan Filsafat Hukum</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bello, Petrus C.K.L.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Erlangga</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii + 144hlm: 14,5 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hubungan atara hukum dan moralitas merupakan isu yang tidak pernah kehilangan daya tarik dalam perbedaan filsafat hukum. Para filsuf, ahli hukum, pengacara, jaksa, hakim, dan masyarakat awam sadar bahwa hukum dan moralitas laksana dua sisi dari satu keping uang logam. Masalahnya, sejauh mana hukum dan moralitas berhubungan? Apakah kajian atas hukum perlu atau tidak perlu dipisahkan dari kritik moral? Apakah validitas hukum mutlak bergantung pada moralitas, ataukah hukum memiliki prosedur dan mekanismenya sendiri untuk menentukan mana yang valid dan tidak valid? Apa itu hukum? Apa itu moralitas? Buku ini menggeluti beberapa persoalan di atas. Melalui pemikiran Herbert Lionel Adolphus Hart, seorang neopositivis hukum yang berpengaruh, penulis buku ini mendekati teka-teki hubungan hukum dan moralitas secara intens dan tekun. Jauh dari kesan menghakimi secara sepihak, penulis memperlakukan pemikiran Hart yang dikenal luas sebagai penganjur pemisahan hukum dan moralitas secara wajar dan apa adanya. Dengan sikap yang sama penulis juga menunjukkan di mana Hart benar dan di mana ia keliru dalam melihat hubungan hukum dan moralitas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hukum, filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>340.1</classification>
 <identifier type="isbn">9786022410416</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>340.1 Bel h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17339</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>340.1 Bel h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Hukum_dan_Moralitas.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7726</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-27 07:54:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>