<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7305">
 <titleInfo>
  <title>Priangan Si Jelita</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ramadhan, K.H.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Magelang</placeTerm>
   <publisher>IndonesiaTera</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxxvi + 161hlm; 14 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pergi dari sesuatu yang dikasihi, memberi kesempatan kepada seseorang untuk meninjau, menimbang, dan merenungkannya. Pergi dari tanah kelahiran buat sementara memberi  kesempatan pada seseorang untuk kembali merenungkan hubungannya dengan tanah kelahiran, akan memberi kesempatan buat suatu pertemuan kembali yang lebih mesra.... Hal seperti itu kejadian pada diri Ramadhan sebagai anak yang dilahirkan dan menjadi besar serta dewasa di Priangan, Sunda, ia mengagumi dan mencintai  keindahan alam Priangan yang hijau, lembah-lembah yang subur. namun kekaguman dan cinta itu tidak begitu dia sadari artinya, sebelum dia berangkat ke luar negeri. Pada tahun 1952 ia berangkat ke Eropa, diantarannya Amsterdam dan Spanyol, untuk dua tahun lamanya ia tinggal di sana. Perpisahan itulah yang justru menyadarkannya akan arti serta nilai-nilai cinta terhadap tanah kelahirannya itu. Alangkah bedanya pemandangan yang serba putih di pengembaraan dengan alam serba hijau di tanah kelahiran yang dia tinggalkan. Maka tatkala ia kembali ke pangkuan tanah kelahirannya itu, ia makin mengerti akan arti cinta.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>puisi Indonesia-kumpulan</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9799375908</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Ram p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11493</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Ram p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Priangan_Si_Jelita.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7305</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-08 12:00:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>