<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="73">
 <titleInfo>
  <title>Pergumulan Individu dan Kebatiniahan:</title>
  <subTitle>Menurut Soren Kiergaard</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Garot, Eugenita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>166hlm; 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini merupakan pengembangan atas tesis penulis di STF Driyarkara, Jakarta. Tesis kebenaran sebagai subjektivitas yang diungkapkan oleh Kierkegaard merupakan ungkapan yang fenomenal mengenai relasi manusia dengan Tuhan. Bagi Kierkegaard, menghidupi kebenaran secara subjektif bukanlah soal melaksanakan ajaran agama, melainkan soal relasi pribadi dengan Tuhan. Dalam Concluding Unscientific Postscript, Kierkegaard berbicara banyak tentang relasi individu dengan Tuhan dan bukan tentang agama. Banyak orang yang melaksanakan ajaran agama, akan tetapi mungkin hanya sedikit orang yang memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Justru sebaliknya, orang yang benar-benar memiliki relasi intim dengan Tuhan mendapatkan perlawanan dalam agama karena pandangan dan kegiatannya dianggap membahayakan sistem dan ajaran yang sudah ada. Individu yang demikian banyak dijauhkan dan harus berjuang sendirian. Kierkegaard dalam Fear and Trembling mengatakan banyak orang tidak memahami individu seperti ini, terkadang ia harus berjalan di lorong yang sempit. Walaupun jalan yang ia lalui terjal dan tidak mudah, namun ia percaya dengan jalan itulah ia menekuni hidup yang autentik dan terhindar dari macam bentuk kepalsuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>eksistensialisme</topic>
 </subject>
 <classification>198.9</classification>
 <identifier type="isbn">9789792153486</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>198.9 Gar p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19849</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>198.9 Gar p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pergumulan_Individu-Kebatinan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>73</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-29 10:26:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>