<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7146">
 <titleInfo>
  <title>Posrealitas:</title>
  <subTitle>Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Piliang, Yasraf Amir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Jalasutra</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>400hlm: 15 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diawali dengan esai pembuka baru yang membahas Cyberspace dan Cybersemiotics, dan kemudian dilanjutkan dengan bahasan Post-Teori dan Post-Realitas sebagai semacam landasan teori untuk semua pembahasan, buku ini membagi pembahasannya ke dalam empat bagian besar. Pertama, Post-Sosial, mengupas kematian sosial, konsumerisme, peleburan realitas dan fantasi di media dan juga seni. Kedua, Post-Hororisme, yang membahas kejahatan yang kian sempurna lewat manipulasi teknologi hingga tak ada yang tahu bahwa telah terjadi kejahatan: tak ada korban, tak ada pelaku, tak ada barang bukti. Juga tentang perang, terorisme, dan horor yang tumpang-tindih dalam turbulensi realitas. Ketiga, Post-Demokrasi yang membedah peleburan demokrasi dan anarki, geopolitik, dan mikrofasisme, serta fatamorgana hukum dan ilusi kebenaran. Keempat, Post-Moralitas yang menggeledah fenomena meleburnya hasrat dan kesucian spiritualitas, kebenaran dan kepalsuan, gairah tubuh yang digantikan mesin, pornografi yang melampaui batas-batas hasrat, post-humanitas dan post-femininitas. Pada bagian akhir, pembahasan ditutup dengan uraian tentang apa itu Post-Metafisika sebagai semacam simpul dari semua pembahasan dalam buku ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>sosial, perubahan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>postmodernisme</topic>
 </subject>
 <classification>303.4</classification>
 <identifier type="isbn">9799765277</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>303.4 Pil p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11794</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>303.4 Pil p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Posrealitas-Realitas_Kebudayaan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7146</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 10:55:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>