<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7004">
 <titleInfo>
  <title>Inkulturasi dalam Karya Pewartaan Injil (Tinjauan dalam Terang Evangelii Nuntiandi art.63 dan Relevansinya bagi Gereja Indonesia)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Yohanes I Wayan Marianta, MA.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="Pembimbing">
  <namePart>1. Fransiskus Hardjosetiko, MA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Akoit, Benediktus Tety</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 93hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Inkulturasi merupakan salah satu model pewartaan Gereja dalam karya pewartaan Injil kepada seluruh dunia. Melalui inkulturasi, Gereja dapat berbicara dalam bahasa, simbol dan tanda yang dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap Gereja dan bangsa yang menerima Kabar Gembira Kristus. Dengan demikian kehadiran Gereja tidak dipandang sebagai bagian yang terpisah dan yang lain (asing), tetapi merupakan bagian yang berhubungan erat dalam kehidupan bangsa itu sendiri. Dan jika Gereja sudah dipandang demikian, maka inkulturasi dapat menjadi ujung tombak dan kekuatan Gereja dalam usaha mewartakan Injil kepada seluruh dunia. Namun, kesadaran Gereja akan hal ini bukan berarti telah menyelesaikan segala masalah dalam karya pewartaan Injil. Gereja harus terus berjuang dan berusaha untuk merumuskan suatu konsep dan metode inkulturasi yang tepat dan berdaya guna. Bagaimana Gereja harus melaksanakan inkulturasi? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan karena hingga detik ini pun, pelaksanaan inkulturasi belumlah mencapai atau menggapai wilayah kedalaman dari inkulturasi itu sendiri (otentik). Inkulturasi yang terjadi masih mengambang dan tidak mendalam atau orang bilang kulit luar saja. Berangkat dari Evangelii Nuntiandi art. 63 ini, penulis mengatakan bahwa pelaksanaan inkulturasi di Indonesia masih memiliki banyak tugas yang harus dikerjakan. Inkulturasi di Indonesia sejauh ini masih sebatas kulit saja dan belum menyentuh inkulturasi yang otentik. Tulisan ini memberikan sinar terang untuk mengatasi permasaaalahan ini. Yang menjadi fokus adalah problematika yang muncul dalam inkulturasi dan bagaimana upaya yang harus dibuat untuk mengatasinya. Perjalanan menuju inkulturasi yang otentik masih begitu panjang. Diperlukan pembenahan menuju inkulturasi yang otentik di Gereja Indonesia.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Gereja</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan budaya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2014</topic>
 </subject>
 <classification>261.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.21 AKO i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.000041</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.21 Ako i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7004</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>