<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6992">
 <titleInfo>
  <title>Pola Pemukiman Pedesaan Daerah Sumatera Utara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>P D K</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Departemen Pendidikan dan Kebudayaan</publisher>
   <dateIssued>1983</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 122hlm; 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pola pemukiman yang dimaksudkan di sini dibatasi pada pola pedesaan. Pedesaan merupakan wilayah yang secara administratif pemerintahan setingkat di bawah kecamatan. Di Sumatera Utara Utara desa disebut kampung. Untuk mendapatkan gambaran keseluruhan tentang pedesaan, maka cakupan kegiatan inventarisasi dan dokumentasi ini harus menjangkau ketiga suku-bangsa yang ada dan cukup menonjol di Sumatera Utara; Suku bangsa Melayu, Suku bangsa Batak, dan Suku bangsa Nias. Untuk masing-masing suku bangsa diambil satu desa sampel. Yang akan direkam dalam inventarisasi dan dokumentasi pola pemukiman pedesaan meliputi tantangan lingkungan pedesaan dan tindakan penduduk terhadap tantangan tersebut. Tindakan penduduk pedesaan terhadap lingkungannya beraneka ragam coraknya tergantung kepada tingkat pemahaman mereka. Informasi tentang tindakan penduduk pedesaan terhadap tantangan lingkungannya dan sejauh mana tindakan ini bergerak ke arah keadaan optimal bagi keseluruhan aspek kehidupan terasa sangat kurang. Informasi tersebut sangat diperlukan dalam pembangunan pedesaan pada masa mendatang ke arah lingkungan budaya yang diinginkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>sosial, perkampungan-Sumatera Utara</topic>
 </subject>
 <classification>307.359.81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>307.359.81 PDK p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0867</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>307.359.81 PDK p</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0868</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>307.359.81 PDK p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pola_pemukiman_pedesaan-Sumut.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6992</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 10:24:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>