<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6957">
 <titleInfo>
  <title>Pokok-Pokok Moral Perkawinan dan Keluarga Katolik</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Go, Piet</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>56hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri KKA No.50</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Di antara soal-soal evergreen yang terus menerus muncul sebagian cukup besar berkisar pada moral perkawinan dan keluarga. Sebabnya: memang terus menerus ada suami isteri dan orang tua baru yang mengalaminya dan materi yang eksistensial dan senantiasa aktual ini memang rumit. Citra moral katolik yang sering melainkan hanya penggalan-penggalannya, dilukiskan dengan sifat-sifat seperti absolutistis, keras, kaku, kolot, ketinggalan zaman. Di sini disajikan pokok-pokok moral katolik di bidang hidup perkawinan dan keluarga tidak secara organis artinya: menunjukkan keseluruhannya dengan bagian-bagiannya yang saling berkaitan. Dengan demikian pembaca memang tidak mendapat jawaban konkret bagaikan resep atau petunjuk (ini boleh itu tidak) yang memang sulit diberikan mengingat rumitnya situasi masing-masing melainkan diajak berpikir sendiri atau berdiskusi dengan teman untuk memperdalam atau bahkan menjabarkan materi yang padat ini lebih lanjut. Tulisan ini dapat juga menjadi bahan penyegaran yang mengingatkan pokok-pokok moral perkawinan dan keluarga.</note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi Moral</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>perkawinan Kristen</topic>
</subject>
<classification>241</classification>
<identifier type="isbn"></identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>241 Go p</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">13395</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>241 Go p</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>pokok_moral_perkawinan.jpg.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>6957</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>