<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6866">
 <titleInfo>
  <title>Intisari Moral Katolik Menurut Kitab Suci, Konsili, dan Teologi Moral</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hadiwardoyo, Al. Purwa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Bajawa Press</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>136hlm: 12x19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ada tiga hal penting yang selalu perlu diperhatikan saat orang berbicara tentang hidup moral Katolik, yakni hidup kristiani (sebagai konteks luasnya), cinta kasih (sebagai nilai dan norma utamanya), dan pertobatan (sebagai usaha pembaharuannya). Hidup moral Katolik merupakan bagian integral dari hidup kristiani, hidup yang didasarkan pada iman kepada Kristus. Tanpa iman kepada Kristus, tanpa hidup secara kristiani sebagai konteks luasnya, tidak mungkin ada hidup moral yang bersifat Katolik. Nilai dan norma utama bagi hidup moral Katolik adalah cinta kasih. Tuhan Yesus sendiri menegaskan bahwa semua aturan moral dapat diringkas dalam satu perintah saja, yakni Cintailah Allah dengan seluruh dirimu dan cintailah sesama seperti dirimu sendiri. Setiap orang mengalami bahwa usahanya untuk hidup dengan bermoral baik itu tidak selalu berhasil. Ia menyadari meskipun tidak selalu mampu dan mau mengakui bahwa ia telah melakukan tindakan immoral. Syukurlah ia tidak perlu putus asa karena Allah tetap membuka kedua tanganNya baginya asal saja ia sungguh bertobat dihadapanNya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi Moral</topic>
 </subject>
 <classification>241</classification>
 <identifier type="isbn">9786021942352</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>241 Had i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17246</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>241 Had i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Intisari_Moral_Katolik.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6866</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-02 11:06:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>