<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="675">
 <titleInfo>
  <title>DOM di Aceh</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laporan Amnesty International</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>ISAI</publisher>
   <dateIssued>1998</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 94hlm; 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada tahun 1993 Amnesty International menerbitkan laporan mengenai keadaan di Aceh yang berjudul Indonesia: Shock Therapy: Perombakan Tatanan di Aceh, edisi Juli 1993 AI Index ASA 21/07/93. Laporan-laporan ini didasarkan pada hasil/pengalaman ke Aceh, dimana kesaksian-kesaksian dari tangan pertama dikumpulkan. LSM-LSM Aceh juga membantu pengumpulan bukti-bukti pelanggaran HAM. Laporan tersebut telah dipublikasikan secara Internasional baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, tetapi karena sensor terhadap media Indonesia maka liputan media Internasional mengenai Laporan Amnesty Internasional tidak mungkin dimuat. Tembusan laporan tersebut juga dikirimkan ke Perwakilan-perwakilan Indonesia dan Perwakilan negara lainnya di seluruh dunia. Pada saat itu dimana pihak Militer melarang memasuki Aceh diperkirakan Laporan Amnesty Internasional tersebut sedikit kurang akurat. Namun ketika Aceh mulai dibuka Laporan tersebut ternyata sebagian besar benar. Saat ini Amnesty Internasional berharap laporan tersebut berguna untuk mengungkapkan kebenaran, keadilan dan untuk rekonsiliasi yang sangat diperlukan masyarakat Aceh agar dapat mulai membangun kembali kehidupan mereka yang sempat terkoyak-koyak.</note>
 <subject authority="">
  <topic>kekejaman</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>penyiksaan</topic>
 </subject>
 <classification>959.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 Lap d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9587</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.8 Lap d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>DOM_di_Aceh.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>675</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>