<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6553">
 <titleInfo>
  <title>Pertobatan Menurut St. Teresia dari Yesus dalam Buku The Life of St. Theresia of Jesus</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Edison R.L. Tinambunan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Virgenius, Claudius Nicholas Charles</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 95hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Panggilan hidup Kristiani adalah panggilan pada pertobatan terus-menerus menuju kekudusan yang juga dialami oleh St. Teresia dari Yesus. Teresia lahir di Avila, Spanyol pada 28 Maret 1515. Pada masa itu, kehidupan religius umat diawasi secara ketat oleh pemerintah dan Gereja Spanyol untuk menghindari perkembangan dan pengaruh protestantisme di Spanyol. Hidup membiara di Spanyol masa itu mengalami banyak tantangan, termasuk Ordo Karmel. Teresia menjadi biarawati di Biara Inkarnasi, di Avila, pada usia dua puluh tahun. Pertobatan sejati dalam hidup Teresia terjadi pada Prapaska 1554, ketika ia berusia 39 tahun. Hal ini berarti hampir selama sembilan belas tahun hidupnya sebagai biarawati dilalui tanpa kesungguhan untuk mengabdi Tuhan. Teresia memandang pertobatan pertama-tama sebagai anugerah Allah yang  senantiasa mengundang manusia untuk kembali kepada-Nya. Ia mengatakan bahwa Allah sungguh sabar dalam menantinya untuk bertobat serta senantiasa melimpahi dirinya dengan rahmat yang dibutuhkan. Selanjutnya, pertobatan juga memerlukan kerjasama dari pihak manusia. Setiap pribadi perlu menyadari dirinya sebagai seorang yang berdosa dan memerlukan pertobatan. Setelah menyadari keberdosaan dirinya, manusia perlu berjuang dengan tekun untuk menghindari bahaya dosa.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>mariologi</topic>
 </subject>
 <classification>234.66</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>232.91 VIR p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.047</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>232.91 Vir p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6553</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>