<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6544">
 <titleInfo>
  <title>Pertimbangan Ekologis:</title>
  <subTitle>Penempatan Situs Masa Hindu-Budha di Daerah Yogyakarta</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mundardjito</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Wedatama Widya Sastra &amp; Ecole Francaise d'Extreme-Orient</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvii + 380hlm; 14 x 20 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini menampilkan sebuah contoh dari hasil penelitian arkeologi Indonesia dengan pendekatan keruangan dan pendekatan ekologis atas sejumlah besar situs dalam wilayah yang amat luas. Sifat penelitiannya yang makro ditunjukkan oleh pengkajian atas 218 situs candi Hindu-Budha abad ke 8-10 (masa klasik) dan dalam wilayah yang luasnya lebih dari 1.000 km2 di daerah Yogyakarta. Kajian ini merupakan bagian dari upaya untuk menemukan faktor-faktor alam dan budaya yang mempengaruhi cara manusia memanfaatkan ruang pada masa itu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pola persebaran situs-candi di wilayah ini sejalan dengan aturan pemilihan situs untuk tempat berdirinya bangunan suci sebagaimana tercantum dalam naskah-naskah kuna India Manasara-Silapasastra, kecuali beberapa situs yang menyimpan dari asas itu. Penelitian pelopor yang di lakukan pada awal tahun 1990-an ini telah mendorong para arkeolog Indonesia untuk mencoba menerapkannya di berbagai daerah di Indonesia, baik dari masa prasejarah maupun masa klasik Indonesia. Pendekatan alternatif untuk menggali masa lalu yang tersembunyi seperti kearifan lingkungan dan pola pemukiman yang nilai-nilai budayanya dapat dipelihara dan diteruskan untuk generasi sekarang dan akan datang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>arkeologi</topic>
 </subject>
 <classification>930.1</classification>
 <identifier type="isbn">9799653091</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>930.1 Mun p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11254</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>930.1 Mun p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pertimbangan_Ekologis.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6544</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 10:00:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>