<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6412">
 <titleInfo>
  <title>Jatidiri Manusia dalam Filsafat Proses Whitehead</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Valentinus, CP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jehoman, Yosef Freinademetz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 139hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jatidiri manusia berkembang dari waktu ke waktu, karena pengaruh idealisme diri dan lingkungan yang membentuknya, sehingga ia selalu mengalami perubahan sesuai dengan proses yang dialaminya. Jatidiri manusia bukanlah sesuatu yang sudah ada sejak awal dan tinggal ditemukan untuk dijadikan pedoman. Pemahaman manusia yang demikian harus dilihat dalam filsafat proses yang berbicara tentang proses terjadinya sesuatu. Dalam hal ini, penulis menggali pemikiran seorang tokoh bernama Alfred North Whitehead yang berbicara mengenai proses terjadinya sesuatu. Pembicaraan mengenai jatidiri manusia dalam filsafat proses Whitehead berarti berbicara mengenai manusia sebagai bagian integral dari semesta dan manusia sebagai makhluk menjadi yang sedang berada dalam proses pembentukan diri. Dalam memandang jatidiri manusia sebagai bagian integral dari semesta, Whitehead menyetujui bahwa manusia memiliki hubungan keterjalinan yang dekat dengan alam semesta. Manusia sebagai makhluk menjadi berarti terbuka pada perkembangan, bukan tuntas dan purna, melainkan tugas teremban untuk menjadi pribadi. Dalam hal ini, manusia sebagai makhluk menjadi berarti manusia itu mengalami proses yang terus-menerus menjadi untuk mencapai pembentukan diri. Dengan melihat jatidiri manusia dalam pemikiran proses Whitehead tersebut, maka ada tiga aspek yang menjadi ciri khas manusia, yaitu manusia sebagai bagian dari alam (materialisme manusia), aspek historisitas dan kebebasan manusia yang terangkum dalam ciri manusia sebagai makhluk yang dinamis, serta aspek sosialitas manusia. Semoga tulisan ini dapat menyumbangkan refleksi dalam memahami manusia di zaman sekarang beserta perubahan dan perkembangan kepribadian diri seseorang dari waktu ke waktu.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat Inggris</topic>
 </subject>
 <classification>192</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>192 JEH j</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.027</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>192 Jeh j</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6412</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>