<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6351">
 <titleInfo>
  <title>Jeritan Bumi, Jeritan Penderitaan [Judul asli:</title>
  <subTitle>Cry of the Earth, Cry of the Poor]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Boff, Leonardo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Medan</placeTerm>
   <publisher>Bina Media Perintis</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 312hlm: 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bumi telah menjadi seperti perempuan pesakitan. Ia kehilangan kecantikan dan keindahan karena telah diperkosa oleh laki-laki yang bernama manusia. Demi kenikmatan, manusia telah merusak rahim alam yang adalah rahim kehidupan. Atas nama teknik dan ilmu teknologi pengetahuan manusia meniadakan mitologi alam menghilangkan sakralitasnya dan menjadikan alam sebagai obyek ekonomi yang paling menderita. Penderitaan bumi ini melahirkan wacana ekologi dan teologi pembebasan. Keduanya memiliki wacana yang sama: dimulai dari dua luka berdarah. Luka kemiskinan merusak struktur sosial berjuta-juta rakyat miskin di penjuru dunia. Luka lainnya adalah serangan sistematis terhadap bumi merusak keseimbangan planet yang terancam penjarahan akibat dari pembangunan sebagaimana dilakukan oleh masyarakat dunia pada masa kini. Kedua garis refleksi dan praktik ini telah menjadi ancaman titik awal dari suatu tangisan: tangisan kaum papa akan kehidupan, kebebasan dan keindahan serta tangisan bumi yang merintih di bawah tekanan. Keduanya menginginkan pembebasan; pembebasan atas bumi melalui suatu perjanjian baru antara bumi dan insan manusia di dalam suatu hubungan persaudaraan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>etika lingkungan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>lingkungan</topic>
 </subject>
 <classification>179.1</classification>
 <identifier type="isbn">9797512711</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>179.1 Bof j</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15226</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>179.1 Bof j</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Jeritan_Bumi-Jeritan_Penderitaan.jpg.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6351</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>