<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6283">
 <titleInfo>
  <title>Perkawinan Matrilineal Belu Selatan:</title>
  <subTitle>Tinjauan Filosofis Antropologis</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alfonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sirimain, Timoteus V.M.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 105hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkawinan adalah salah satu tahap penting dalam kehidupan manusia. Sejak dari jaman dahulu kala orang sudah mengenal dan mempraktekkannya dengan berbagai cara. Dalam beberapa budaya, tahap perkawinan ini mempunyai beberapa rentetan acara persiapan yang panjang, sehingga di sini biasanya dibuat berbagai ritus yang mempersiapkan kedua orang tersebut untuk masuk ke dalam suatu tahap yang baru. Ritus atau pola persiapkan perkawinan itu tentu memiliki corak yang berbeda-beda. Tentu saja, masing-masing ritus itu tentu mengandung nilainya masing-masing. Masyarakat Belu Selatan yang menganut sistem kekerabatan matrilineal memiliki ritus perkawinanya sendiri. Ritus perkawinan itu dibagi dalam beberapa tahap yaitu: Lokleten (Tahap Perkenalan), Hanimak (Kunjungan Resmi), Fuhik Horan-Bua Horan (Peminangan), Fuik Horak-Bua Horak (Tahap Pertunangan), Mama Tebes (Tahap Perkawinan). Masing-masing tahap ini memiliki tujuan, makna dan nilainya. Namun seiring perkembangan jaman, tahap-tahap serta nilai-nilai dari masing-masing ritus itu sudah tidak dinal lagi. Orang muda sendiri yang menjadi generasi penerus juga kurang memiliki minat terhadap kekayaan budaya ini. Semua nilai ini mungkin akan hilang disapu jaman. Sedangkan kesadaran untuk menjaga dan memelihara nilai luhur ini mutlak diperlukan. Oleh karena itu hal ini adalah suatu kerja bersama. Sebagai generasi penerus, dalam hal ini tidak hanya muda tetapi semua lapisan masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama membangun satu sikap menghargai dan menjunjung tinggi nilai budaya yang telah diwariskan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2014</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Timor</topic>
 </subject>
 <classification>959.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.85 SIR p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.000030</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.85 SIR p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6283</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>