<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6174">
 <titleInfo>
  <title>Kafe Socrates:</title>
  <subTitle>Citarasa Baru Filsafat [Judul asli: Socrates Cafe, A Fresh Taste of Philosophy]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Philips, Christopher</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahardi, Kunjana (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 327hlm: 13,5x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hidup yang tidak pernah direfleksikan adalah hidup yang tak pantas dijalani. Dengan keyakinan ituSocrates pergi ke pasar, ke jalan-jalan dan ke berbagai tempat untuk berbicara dengan orang-orang di sana. Ia mengajak mereka mempertanyakan berbagai hal dan membantu mereka menemukan kebenaran sejati kebenaran yang dapat ditemukan oleh setiap orang asal ia mau bertanya dan bertanya. Socrates hidup lebih dari dua ribu tahun yang lalu dan filsafat yang dicintainya kini telah menjadi menara gading tak terjangkau oleh kebanyakan orang. Filsafat menjadi milik para profesor dan akademisi. Berangkat dari keprihatinan inilah Christopher Phillips berupaya menghidupkan kembali semangat dan kecintaan untuk bertanya yang diinspirasikan oleh Socrates. Ia berjuang untuk mengembalikan filsafat kepada masyarakat umum kepada setiap orang sebagi ahli waris filsafat yang sebenarnya. Christopher Phillips pergi ke berbagai tempat mengajak orang baik tua maupun muda dari anak-anak sampai lansia untuk berpartisipasi dalam diskusi ala Socrates yang diberi nama Socrates Cafe. Diskusi itu bisa berlangsung di kafe, sekolah dasar, universitas, toko buku, panti jompo dan bahkan di penjara. Berbagai pertanyaan pun dimunculkan: tentang cinta, persahabatan, pekerjaan, usia lanjut dan apa pun yang ingin mereka tanyakan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>100</classification>
 <identifier type="isbn">9796869632</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>100 Phi k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11044</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>100 Phi k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kafe_Socrates.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6174</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 09:43:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>