<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6133">
 <titleInfo>
  <title>Perisai Perempuan:</title>
  <subTitle>Kesepakatan Internasional untuk Perlindungan Perempuan [Judul asli: International Law and the Status of Women]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irwan, Alex (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farid, Mohammad (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Galang</publisher>
   <dateIssued>1999</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv + 188hlm: 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Belakangan ini pembicaraan tentang perempuan dan hak asasi manusia (HAM) baik yang berkaitan dengan konsepnya maupun implementasinya dalam arti tuntutan kaum perempuan terhadap pemenuhan hak asasinya semakin menonjol. Pada pokoknya kaum perempuan di seluruh dunia merasa bahwa mereka sepenuhnya dapat menikmati hak-hak mereka karena belum terjamin dalam peraturan perundangan di negara mereka masing-masing ataupun karena secara de facto hak-hak mereka belum dilaksanakan. Selain itu yang tampak hilang menonjol adalah upaya mereka untuk memasukkan perspektif perempuan dalam konsep HAM itu sendiri. Perspektif untuk memasukkan perspektif perempuan dalam konsep HAM ini didasarkan pada kenyataan bahwa pelanggaran hak asasi perempuan (women's human right) oleh struktur masyarakat yang patriarki di berbagai bidang kehidupan semakin dirasakan sangat tidak adil oleh keum perempuan. Pembagian peran secara seksual yakni yang menempatkan perempuan di rumah (sektor domestik/privat) dan laki-laki di luar rumah (sektor publik) menyebabkan terbatasnya akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi, sosial dan politik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>wanita, hak sipil</topic>
 </subject>
 <classification>323.34</classification>
 <identifier type="isbn">9799569036</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>323.34 Irw p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9819</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>323.34 Irw p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Perisai_Perempuan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6133</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 12:07:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>