<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6119">
 <titleInfo>
  <title>Pergulatan Identitas Dayak dan Indonesia:</title>
  <subTitle>Belajar dari Tjilik Riwut</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laksono, P.M.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Galang Press</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxii + 248hlm: 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketika mencermati biografi Tjilik Riwut ini, pembaca akan mendapat banyak kelokan tajam pengalaman hidup yang telah dilaluinya. Dia lahir sebagai anak desa Kasongan. Dia mungkin tidak akan menjadi buah bibir orang didesa itu jika tidak menjadi pejuang &amp; pendiri, dan Gubernur Propinsi, Kalimantan Tengah dan akhirnya dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Ia telah menjadi orang yang luar biasa berbeda dengan orang kebanyakan. Ia bukan orang Dayak biasa karena sukses atau prestasi yang diraihnya, tetapi ia sungguh-sungguh orang biasa karena pergulatan identitas sepanjang hidupnya. Ia seperti kebanyakan orang Dayak di desa Kasongan yang harus  berhadapan  dengan perubahan  karena daya yang sebagian besar mereka pahami dari mana asal mulanya. Ia menjadi bagian dari kebayakan orang yang sehari-hari merasakan betapa sulitnya berurusan dengan identitasnya karena harus menempatkan diri dalam setiap situasi, baik idiologi, politik, maupun sosial dan budaya yang terus berubah, dipenuhi ketegangan dan konflik. Orang mengambil keputusan yang berbeda-beda atas situasi  keseharian seperti  itu. Inilah yang menyebabkan hidup seseorang menjadi unik &amp; merasa perlu saling belajar antar sesama.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Dayak</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9792499210</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Lak p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14793</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>306 Lak p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pergulatan_Identitas_Dayak_dan_Indonesia.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6119</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-23 11:22:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>