<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5988">
 <titleInfo>
  <title>Perempuan dan Seksualitas dalam Tradisi Jawa</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sofwan, Ridin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukri, Sri Suhandjati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Gama Global Media</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 144hlm: 13,5 x 20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hegemoni laki-laki atas perempuan melalui budaya patriarki terjadi hampir disemua masyarakat di dunia, tak terkecuali di dalam masyarakat Jawa. Dalam masyarakat Jawa, peran perempuan telah sekian lama dibatasi hanya sekitar macak-manak-masak (berdandan-melahirkan anak-memasak) atau sumur-kasur-dapur. Trilogi peran tersebut pada intinya berkutat pada tugas pelayanan terhadap suami sebagai representasi laki-laki. Dan, proses domestikasi itu masih berlanjut hingga saat ini. Banyak pujangga Jawa lama abad XVIII dan XIX yang telah mencoba mendefinisikan peran perempuan melalui serat-serat piwulang yang mereka tulis. Karya-karya tersebut ada yang memang merepresentasikan konsep kaku dari budaya Jawa, namun dalam beberapa karya lain dibahas pula kedudukan perempuan sebagai istri secara luas. Hal ini menunjukkan perhatian yang besar terhadap posisi kaum perempuan untuk tidak sekedar menjadi warga kelas dua, the second sex. Melalui buku ini kita akan mendapatkan pencerahan dalam memandang kaum perempuan agar tidak selalu menjadi objek (seksualitas) dari kaum laki-laki, namun juga dapat menyejajarkan mereka sebagai teman berdiskusi, mengambil keputusan, atau bahkan menjadi belahan jiwa (garwa-sigaraning nyawa/soul mate) disemua segi kehidupan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Jawa</topic>
 </subject>
 <classification>305.42</classification>
 <identifier type="isbn">9799552079</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.42 Suk p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10726</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>305.42 Suk p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Perempuan_dan_Seksualitas_dlm_Tradisi_Jawa.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5988</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 09:37:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>