<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="592">
 <titleInfo>
  <title>Menggugat Tanggung Jawab Agama Katolik dan Islam dalam Menyikapi Persoalan Nikah Beda Agama (Sebuah tinjauan moral dalam terang Dokumen Nostra Aetate)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Daniel Moa, MA.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. Piet Go Twan An</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bambang, Sonitus Garsa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 158hlm; 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkawinan beda agama merupakan gejala global, masuk di setiap lini kehidupan manusia dari berbagai latar belakang suku, agama dan kepercayaan. Sebuah realitas yang tampak di depan mata. Hal ini menjadi lebih jelas bila melihat kemajemukan suku dan agama di Indonesia. Indonesia yang merupakan negara pluralistik yang ditandai dengan hidupnya beragam suku, agama dan kepercayaan tak bisa dipungkiri memberi angin perubahan terhadap tata relasi dalam ruang hidup bersama. Manusia dipanggil untuk ada bersama' dengan yang lain. Ada bersama dengan yang lain memaksudkan ada komunikasi, ada dialog dan kerjasama yang intens. Akhirnya komunikasi itu mengarah ke hal-hal yang pribadi atau privasi yang digerakkan oleh unsur cinta sampai mengikat hubungan yang serius yakni, membangun sebuah keluarga. Akan tetapi membina hidup keluarga kawin campur dari banyak pengalaman tidaklah mudah. Salah satu alasan yang menguak ke permukaan adalah perbedaan agama dan pengertian dari hidup perkawinan itu sendiri. Ada banyak konflik dengan kekerasan memiliki latar belakang agama atau diinspirasi oleh sikap yang didasarkan pada pemahaman yang eksklusif tentang ajaran agama dan tentang kemutlakan kebenaran menurut sudut pandang agama atau kelompok tertentu. Berelasi dengan orang lain akhirnya selalu dalam suasana penuh curiga dan inilah yang kerap terjadi. Menanggapi persoalan terhadap pemahaman kawin campur dan praktik keragaman yang dianut di bumi Indonesia ini, penulis menawarkan gagasan dialogal dan tanggung jawab moral dari dokumen Nostra Aetatae untuk mendialogkan dua insan beriman yang hidup dalam satu rumah. Ide dasar dari dokumen ini adalah dialog dan keberpihakan pada kehadiran pribadi yang lain terlepas dari perbedaan dalam hal sistem dogma dan simbol-simbol yang dipakai di masing-masing agama yang digelorakan adalah sikap saling menghargai, mengakui dan memperkaya satu sama lain dan bukan saling meniadakan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2017</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>hukum gereja</topic>
 </subject>
 <classification>262.94</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>262.94 Bam m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15.01015</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>262.94 Bam m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>592</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-17 12:42:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>