<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="590">
 <titleInfo>
  <title>Peranan Orangtua dalam Menanamkan Kekudusan dalam Hidup Santa Teresia dari Lisieux</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Daniel Moa, MA.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Prasetyo, Fransiscus Xaverius Tri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 68hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekudusan merupakan hak setiap orang dan setiap orang juga memiliki kesempatan untuk meraihnya. Peran orangtua dalam membimbing anak-anak mereka perlu mendapatkan perhatian yang lebih baik. Orangtua menjadi pengajar pertama da utama terhadap anak-anaknya sejak dalam kandungan sampai anak benar-benar memiliki kemampuan untuk hidup mandiri. Setiap Orangtua Kristiani memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan yang maksimal terhadap anak-anak mereka. Pendidikan yang diberikan keluarga kristiani merupakan dasar dan fondasi awal untuk mengantar setiap anak-anak mereka dalam mencapai kekudusan. Dalam hal ini Orangtua St. Teresia Lisieux memberikan teladan yang baik untuk menjadi pedoman bagi setiap keluarga kristiani dalam mendidik anak-anak mereka secara benar. Orangtua St. Teresia menjadikan keluarga sebagai anugerah Allah untuk menghantar anak-anak mereka pada kekudusan. Ada dua bentuk semangat kekudusan yang dihayati oleh kedua orangtua St. Teresia, yaitu dengan menyerahkan diri secara total akan peran dan campur tangan Allah dalam setiap kehidupan mereka. Selain itu mereka juga senantiasa menjalankan olah kesalehan dengan semangat kasih yang diberikan secara penuh.</note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 PRA p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.048</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Pra p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>590</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>