<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5771">
 <titleInfo>
  <title>Peran Paradigma dalam Revolusi Sains [Judul asli:</title>
  <subTitle>The Structure of Scientific Revolutions]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kuhn, Thomas S.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Surjaman, Tjun (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Remaja Rosdakarya</publisher>
   <dateIssued>2000</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv + 205hlm: 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Revolusi adalah proses menjebol tatanan lama sampai ke akar-akarnya, kemudian menggantinya dengan tatanan yang baru sama sekali. Begitu juga yang dimaksudkan dengan revolusi sains dalam buku ini. Atau jelasnya, menurut Kuhn, revolusi sains muncul jika paradigma yang lama mengalami krisis, dan akhirnya orang mencampakkannya serta merangkul paradigma yang baru. Dulu orang hanya mengetahui ada lima planet di cakrawala kita. Kemudian ditemukan tiga planet baru dan ribuan planet kecil. Ini kemajuan astronomi yang pesat. Tetapi jika hanya menyangkut bertambahnya jumlah planet yang diketahui ini bukan revolusi. Setiap masyarakat yang beradab sekarang percaya bahwa bumi bersama semua anggota tatasurya kita ini beredar mengelilingi matahari (heliosentrisme). Padahal semula orang menganggap bahwa bumilah pusat alam semesta. Semua benda angkasa beredar mengelilingi bumi (geosentrisme). Mungkinkah orang percaya kepada paradigma geosentrisme dan kepada paradigma heliosentrisme sekaligus? Di sinilah terjadinya revolusi astronomi. Apakah geosentrisme itu salah? Dalam artian tertentu juga tidak bisa dikatakan salah. Telah berabad-abad lamanya geosentrisme memungkinkan peramalan peristiwa angkasa seperti gerhana dengan tepat. Bahkan sekarang pun untuk perhitungan tertentu ternyata geosentrisme lebih praktis dan cermat. Anda tidak bingung? Dalam karyanya ini Kuhn menjelaskan segala segi revolusi sains dengan gamblang. Dia menggunakan juga contoh-contoh yang sangat populer dari bidang sains yang lain: fisika, mekanika, kelistrikan, dan kimia. Maka untuk dapat memahaminya anda tidak perlu menjadi sarjana sains terlebih dulu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat ilmu</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Sains, filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>121</classification>
 <identifier type="isbn">9795142186</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>121 Kuh p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10228</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>121 Kuh p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Peran_Paradigma_dalam_Revolusi_Sains.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5771</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-25 12:16:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>