<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="572">
 <titleInfo>
  <title>Semangat Persatuan dalam Ekaristi Menurut Yohanes Paulus II dan Relevansinya Dewasa Ini</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Antonius Denny Firmanto, M.Pd.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Withosha, Zurich Arian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robert Pius Manik</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 124hlm: 21,5 x 28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus pembahasan saya dalam karya tulis ini adalah semangat persatuan di dalam Ekaristi. Semangat persatuan ini pertama-tama merupakan semangat persatuan manusia dengan Allah. Persatuan dengan Allah diungkapkan oleh manusia di dalam Ekaristi. Paskah Kristus dalam Ekaristi dihadirkan kembali. Ekaristi menjadi kehadiran Allah yang paling nyata dan tampak. Dalam Ekaristi Allah hadir dalam rupa roti dan anggur, dalam diri imam, dalam sabda yang dibacakan, dan ditengah-tengah umat yang berkumpul bersama. Persatuan dalam Ekaristi inilah menjadi dasar persatuan Gereja. Persatuan ini dilandasi oleh cinta yaitu cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama. Metode yang saya gunakan dalam pembahasan ini adalah metode kepustakaan atau studi kepustakaan. Sumber utama yang saya gunakan adalah Ensiklik Ecclesia De Eucharistia (Ekaristi dan Hubungannya dengan Gereja). Gereja sebagai komunio menjadi ungkapan tertinggi persatuan. Dengan demikian persatuan tidak hanya bagi Gereja, namun persatuan itu keluar dari Gereja. Dengan keluar dari Gereja, maka persatuan menciptakan semangat ekumenisme. Temuan dari pembahasan saya ini adalah relasiku dengan yang lain tidak dibatasi oleh perbedaan-perbedaan yang ada. Relasiku dengan yang lain merupakan relasi yang dilandasi oleh cinta. Relasi cinta merupakan relasi yang menerima siapapun tanpa memandang latar belakang. Relasi cinta ini merupakan relasi cinta kepada sesama. Bagi Gereja Ekaristi menjadi dasar, sumber, dan puncak kehidupan dan karya Gereja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekaristi</topic>
 </subject>
 <classification>264.36</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>264.36 Wit s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15.018</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>264.36 Wit s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>572</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-13 08:03:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>