<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5653">
 <titleInfo>
  <title>Penghormatan terhadap Leluhur dalam Kesenian Bantengan (Tinjauan Religius atas Kesenian Bantengan menurut Pemikiran Carl Gustav Jung)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Antonius Denny Firmanto, Lic.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Peter Bruno Sarbini, M.Ag</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hermiawan, Nicodemus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 149hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesenian Bantengan adalah sebuah seni tari tradisional yang berkembang di Kota Malang dan daerah-daerah di Jawa Timur pada umumnya. Keberadaan kesenian ini diyakini oleh masyarakat sebagai kesenian kuno warisan para leluhur yang masih diteruskan turun-temurun hingga saat ini. Di desa Landungsari, Dinoyo, Malang, kesenian ini masih dilestarikan dengan baik oleh warga setempat. Dengan melihat bentuk dan tahap-tahap pelaksanaannya yang masih dipertahankan, dapat dikatakan bahwa kesenian ini menjadi ajang yang sangat terbuka untuk mengekspresikan kecintaan akan tradisi leluhur. Kesenian Bantengan sebenarnya memiliki fungsi sosial yang beragam. Secara ekstern Bantengan mampu menjadi tali pengikat relasi di antara para penghayatnya, lingkungan masyarakat pendukungnya, serta relasi sosial dengan semesta kosmisnya. Secara intern Bantengan mampu menumbuhkan sikap spiritual dan religius yang dalam bagi para pelakunya yang tetap menaruh rasa hormat terhadap leluhur serta Tuhan sebagai penguasa tertinggi. Dengan meninjau secara religius menurut psikologi Carl Gustav Jung, berbagai gejala simbolisme dalam kesenian ini merupakan hasil pengalaman psikis manusia ketika dikuasai oleh bayangan numinous akan arketipe ilahi tertentu, yakni arwah leluhur yang berakar dari alam tak sadar kolektif manusia. Melalui berbagai simbol religius yang numinous itu para penggiat Bantengan mau menghadirkan dan menjadikan yang ilahi itu sebagai sahabat yang dapat menolongnya dan bukan musuh yang menjajahnya. Di situlah kesadaran manusia dituntun oleh alam tak sadarnya untuk mengidentifikasikan diri dengan yang Ilahi dan menjadi satu dengan Allah. Itulah kerinduan alamiah manusia yang terdalam.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2014</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>seni pertunjukan</topic>
 </subject>
 <classification>792</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>792 HER p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.000035</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>792 Her p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5653</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>