<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5644">
 <titleInfo>
  <title>Kebebasan Beragama:</title>
  <subTitle>Hak Asasi Setiap Manusia (Pandangan Yuridis dan Pastoral)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kusumawanta, D. Gusti Bagus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Yay. Pustaka Nusatama</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>109hlm: 12,5 x 18,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebebasan Beragama: Hak Setiap Manusia, mejadi tema seluruh isi buku ini. Dasar dari kebebasan beragama adalah martabat pribadi manusia. Keagungan pribadi manusia adalah nilai tertinggi dari setiap pribadi manusia termasuk dalam hal beragama. Pribadi manusia memiliki secara intrinsik dalam dirinya kekebasan beragama. Konsili menegaskan bahwa kebebasan beragama adalah keutamaan dan keabsahan dari hak yang berakar dalam essensi-kodrat pribadi manusia. Hak itu adalah wewenang setiap pribadi manusia untuk bebas berbuat atau tidak, untuk menerima atau menolak kebenaran yang dicari oleh manusia menyangkut agama. Mereka wajib berpegang pada kebenaran (agama) yang diakuinya, sesuai dengan kodrat manusia. Jadi hak atas kebebasan beragama didasarkan pada kodrat dan martabat pribadi manusia. Akhir-akhir ini kita menjumpai fenomena penindasan atas nama agama. Orang atau kelompok tertentu memaksakan kehendak mereka kepada orang lain, seolah-olah mereka berkuasa untuk menentukan pilihan atau masa depan orang lain. rnBuku ini sangat cocok bagi kita yang hidup dalam pluralitas seperti di Indonesia.</note>
 <subject authority="">
  <topic>gereja dan hak asasi manusia</topic>
 </subject>
 <classification>261.7</classification>
 <identifier type="isbn">9797193535</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.7 Kus k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17329</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.7 Kus k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kebebasan_Beragama.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5644</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>