<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5628">
 <titleInfo>
  <title>Kebebasan Menurut Karl Jaspers</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Antonius Sad Budianto, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alfonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arnando, Adolfus Sentosa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 104hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karl Jaspers adalah seorang filosof eksistensialis Jerman. Salah satu tema yang dibicarakan dalam filsafat eksistensinya adalah kebebasan. Baginya filsafat menjadi jalan menuju kebebasan. Konsep kebebasan Karl Jaspers adalah kebebasan eksistensial. Kebebasan eksistensial pertama-tama merujuk pada eksistensi manusia. Kebebasan eksistensial itu adalah kebebasan tertinggi, yang sesungguhnya dan yang mencakup semua kebebasan. Namun, kebebasan eksistensial ini sulit untuk dicapai. Dan kebebasan eksistensial ini hanya ada pada taraf Existenz. Meskipun kebebasan eksistensial itu sulit dicapai, itu tidak berarti tidak dapat diwujudkan atau dihayati. Manusia sebagai Desain menghayati kebebasan eksistensial itu di dalam dunia. Ia menghayati kebebasannya sebagai individu, sosial (ada bersama dengan orang lain) dan dalam konteks politik. Eksistensi kebebasan manusia tidak terlepas dari Transendensi. Sebab, pada dasarnya eksistensi manusia selalu terarah kepada Transendensi. Maka, kebebasan manusia tidak pernah terlepas dari ketergantungannya dengan Transendensi (Tuhan). Tuhan menjadi sumber kebebasan manusia. Di sinilah letak hubungan antara Allah dan kebebasan. Karena Allah menyembunyikan diri, manusia dapat menghayati dan mengalami kebebasannya. Manusia memang memiliki kebebasan. Akan tetapi, kebebasan manusia itu bukanlah mutlak adanya. Bagi Jaspers, kebebasan manusia tetap memiliki keterbatasannya. Selain, kebebasannya bergantung pada Allah, ketidakmutlakan kebebasan itu dikarenakan adanya keterbatasan. Itu merupakan konsekuansi dari eksistensi manusia. Bahwasanya, manusia adalah makhluk yang berada dalam situasi. Situasi itu disebut Jaspers sebagai situasi batas.</note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat Jerman</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2017</topic>
 </subject>
 <classification>193</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>193 ARN k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">13.034</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>193 ARN k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5628</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>