<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5568">
 <titleInfo>
  <title>Kebudayaan dan Kekuasaan di Indonesia:</title>
  <subTitle>Kebajikan Budaya Selama Abad ke-20 Hingga Era Reformasi [Judul asli: Culture, Power and Authoritarianism in the Indonesian State]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jones, Tod</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Terre, Edisius Riyadi (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Pustaka Obor Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv + 356hlm: 16x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam buku ini, Tod Jones sedang melacak dan menggambarkan relasi kekuasaan dan kebudayaan di Indonesia pada abad 20, yang rentangnya dimulai pada era kolonial hingga era reformasi. Sebagai buku yang berasal dari sebuah disertasi, data yang ditampilkan cukup membuktikan kepada kita bahwa kebudayaan selalu menampilkan sisi-sisi menarik yang memancing rezim kekuasaan untuk mengendalikannya. Dalam kerangka sebuah kebijakan, sebenarnya setiap rezim yang memegang kekuasaan berusaha untuk mengendalikan masyarakatnya melalui pengendalian kebudayaan. Dengan melihat relasi antara kekuasaan dan kebudayaan pada suatu masyarakat sebenarnya kita sedang dipertontonkan sebuah kesadaran penguasa dalam memahami kekuasaan yang ada. Mereka seolah sadar bahwa kekuasaan, seperti yang dijelaskan oleh Michel Foucault, tidak berpusat pada satu titik, namun menyebar dimana-mana. Oleh karena itu, kebudayaan yang mengandung potensi kekuasaan harus dapat dikendalikan, dengan harapan kekuasaan yang terkandung di dalam kebudayaan tidak mengganggu atau bahkan menentang kekuasaan mereka. Mengendalikan kebudayaan pada akhirnya dapat dilihat sebagai jalan untuk melanggengkan kekuasaan sang rezim.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>sosial, perubahan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>303.4</classification>
 <identifier type="isbn">9789794618851</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>303.4 Jon k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18717</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>303.4 Jon k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kebudayaan_%2526_Kekuasaan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5568</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-21 09:55:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>