<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5370">
 <titleInfo>
  <title>Kekerasan di Kerajaan Surgawi:</title>
  <subTitle>Gagasan Kekuasaan Kyai, Dari Mitos Wali hingga Broker Budaya</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Romas, Chumaidi Syarief</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kreasi Wacana</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 229hlm: 14x20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fatwa mati bagi orang yang tidak sejalan dengan pikiran resmi adalah bentuk paling luar dari kekerasan akibat hegemoni dan dominasi dalam struktur keberagamaan formal. Sedang yang lebih halus adalah konsepsi pendidikan yang berada dalam klaim kebenaran tunggal melalui penguasaan bahasa surgawi. Dan inilah yang berjalan di banyak lingkungan pendidikan Islam, khususnya pesantren. Penguasaan bahasa oleh elite keagamaan (yang kadang borjuis tapi sok proletar) melahirkan konsep kekuasaan yang berwajah ganda. Di satu sisi ia mempesona dengan penyebaran karisma yang begitu besar, di sisi lain ia menakutkan karena sifatnya absolut. Tak heran, dengan penguasaan bahasa itu, banyak Kyai sangat ditolerir bila melakukan sedikit kenylenehan. Sebaliknya, jika ada santri atau orang lain yang melakukan kenylenehan, ia memiliki justifikasi relijius untuk mengeluarkan fatwa hukuman. Penulis buku Kekerasan Kerajaan Surgawi : Kyai, Miyos Wali Hingga Broker Budaya ini memberikan gambaran yang cukup lengkap berdasarkan penelitian yang dilakukannya sebagai Dosen IAIN Sunan Kalijaga. Dan jika pembaca mencermatinya, pengetahuan akan pesantren dan kyai begitu fasih dibahasnya karena memang kehidupan itulah yang lekat sejak kecil sebagai putra seorang pimpinan sebuah Pesantren yang cukup besar di Jawa Tengah. Dan apa yang ditulisnya ini, merupakan usahanya untuk memberi kontribusi bagi pengembangan masyarakat ke arah relijiusitas yang lebih manusiawi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Alim ulama</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pondok pesantren</topic>
 </subject>
 <classification>297.61</classification>
 <identifier type="isbn">9799577401</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.61 Rom k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11535</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>297.61 Rom k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kekerasan_di_Kerajaan_Surgawi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5370</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-06 12:10:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>