<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5342">
 <titleInfo>
  <title>Kekuasaan Kiai dalam Dunia Pendidikan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haq, Muhammad Zairul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Aditya Media Publishing</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xviii + 128 hlm: 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam teori interaksional dijelaskan bahwa individu dan masyarakat senantiasa saling mempengaruhi dan melakukan hubungan timbal balik atau yang dikenal dengan hubungan interaksional yang bersifat dinamis dan kreatif. Hubungan ini secara umum sangat memperhatikan faktor-faktor biologis dan psikologis tiap-tiap individu sehingga senantiasa memberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan kekuatan-kekuatan potensial individu dalam rangka pengembangan tata hidup manusia di dalam masyarakat dan negara. Tidak terkecuali dalam pola hubungan interaksi kiai dan santri pada lingkungan pondok pesantren, juga senantiasa memperhatikan faktor-faktor biologis-psikologis dan kekuatan-kekuatan potensial individu sebagai bekal pengembangan sumber daya manusia yang berbasis pada usaha peningkatan kualitas intelektualitas dan spiritualitas. Selanjutnya, hubungan interaksional kiai-santri ini berkembang tidak hanya sebatas hubungan saling memengaruhi tingkah laku namun telah membentuk hubungan kekuasaan yang menurut Chumaidi Syarief Romas berakibat pada munculnya dua corak pesantren, yaitu pesantren konservatif dan progresif. Pemaknaan terhadap dua corak ini berdasarkan pada perbedaan sistem yang dianut oleh dua jenis pesantren ini yang ternyata berhubungan erat dengan pola hubungan interaksional kiai dan santri. Namun demikian, pada corak pesantren konservatif inilah hubungan kekuasaan kiai-santri dapat dijumpai dengan jelas dan itu membawa konsekuensi penting pada pembentukan lingkungan pesantren dan pengembangan kurikulum pesantren yang khas. Pada tulisan ini hanya akan membahas pola hubungan kiai-santri pada pondok pesantren konservatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan Islam</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pondok pesantren</topic>
 </subject>
 <classification>2X7.3</classification>
 <identifier type="isbn">9786027959343</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>2X7.3 Haq k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19476</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>2X7.3 Haq k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kekuasaan_Kiai.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5342</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-29 10:18:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>